18 Narapidana Menghirup Udara Bebas Usai Dapatkan Asimilasi

0
210

18 Narapidana Menghirup Udara Bebas Usai Dapatkan Asimilasi Dalam rangka melaksanakan program kementrian hukum dan HAM lewat Permenkumham No. 43 Th 2021, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong memberikan asimilasi kepada 18 orang Narapidana.

Adapun 18 narapidana yang diberikan asimilasi adalah narapidana yang telah memenuhi syarat administratif dan juga substantif, guna diberikan asimilasi di rumah sesuai permenkumham no 43 tahun 2021. Sebagai rincian bahwa 17 narapidana diserahkan ke bapas (Balai pemasyarakatan) Samarinda, dan 1 orang narapidana di serahkan ke Bapas Balikpapan untuk mengikuti pembinaan lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah memperpanjang kebijakan untuk memberikan hak asimilasi di rumah bagi narapidana dan anak untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Perpanjangan itu pun bersifat mendesak guna pencegahan dan penanggulanan penyebaran penularan dari Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak”.

18 Narapidana Menghirup Udara Bebas Usai Dapatkan Asimilasi Sebagai pengganti Permenkumham Nomor 24 tahun 2021 sebagai perubahan atas Permenkumham Nomor 32 tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat (PB), cuti menjelang bebas (CMB), dan cuti bersyarat (CB) bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 43 tahun 2021 sebagai perubahan kedua atas Permenkumham Nomor 32 tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat (PB), cuti menjelang bebas (CMB), dan cuti bersyarat (CB) bagi narapidana dan juga anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Lebih lanjut, dalam Permenkumham Nomor 43 Tahun 2021 terdapat beberapa poin penyempurnaan. Di antaranya adalah terkait syarat dan tata cara pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi, pembatasan bagi tindak pidana tertentu, mengakomodir pemberian hak terhadap Warga Negara Asing, serta penerbitan Surat Keputusan secara online, yang akan terakomodir dalam Sistem Database Pemasyarakatan.

Asimilasi ini tidak diberikan pada Narapidana yang telah melakukan tindak pidana terkait dengan narkotika, prekursor narkotika, dan psikotropika, terorisme, korupsi, kejahatan atas keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia yang tergolong berat, dan juga kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.

Selain itu, asimilasi tak diberikan pada narapidana dan juga anak dengan tindak pidana pembunuhan Pasal 339 dan Pasal 340, pencurian dengan kekerasan Pasal 365, kesusilaan Pasal 285 sampai dengan Pasal 290 KUHP, serta kesusilaan terhadap Anak sebagai korban Pasal 81 dan Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Humas Lapas Kelas IIA Tenggarong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here