Sejarah

Lapas tenggarongSejarah Lapas Tenggarong – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tenggarong sebelum pindah di Jalan Mangkuraja Loa Ipuh, berada di Jalan KH. Dewantara Kelurahan Panji. pada waktu itu status Lapas belum berubah masih Rumah Tahanan Negara (RUTAN) dengan struktur bangunan peninggalan penjajahan Belanda.

Pada Tahun 1992 mulailah pembangunan gedung Rutan yang baru yang berada dilokasi Jl. Mangkuraja melalui beberapa tahapan pembangunan dengan menggunakan anggaran Pusat (Dep. Kehakiman) Kemudian sekitar tahun 1995/1996 penghuni Rutan dipindahkan/ menempati di gedung Rutan yang baru, dalam proses pemindahannya pihak Rutan bekerjasama dengan Kepolisian (Polres Kutai) dalam hal pengamanannya.

Selanjutnya dalam proses pendidikan dan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Tenggarong telah mendapatkan penghargaan sebagai “Rutan Percontohan” dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan RI di Bidang Perawatan yaitu ADI KARYA NUGRAHA PEMASYARAKATAN Tahun 1996 dan Tahun 1997.

Tahun 2003 terjadi perubahan status dari Rutan menjadi Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIB Tenggarong dengan berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI. Nomor : M.05.PR.07.03 Tahun 2003 tanggal 16 April 2003 dan efektif dalam pelaksanaan-nya sejak diresmikan pada tanggal 09 Mei 2005 oleh Bupati Kutai Kartanegara.

Untuk memberikan rasa kenyamanan dan keindahan serta masih kurangnya blok/kamar Warga Binaan bila dibandingkan dengan jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Tenggarong, telah diadakan beberapa kali renovasi bangunan mulai sejak tahun 2001, 2003 dan pada tahun 2006, 2007 dan 2009 diadakan pembangunan blok diatas bangunan lama bertingkat (lantai II), sehingga kapasitas Lapas Kelas IIB Tenggarong saat ini dengan struktur bangunan bertingkat berjumlah = 350 Orang (berdasarkan ruang gerak seluas 5,4 M²).