Berkah HUT Kemerdekaan RI, Sebanyak 792 Narapidana Lapas Tenggarong Terima Remisi

0
144

Tenggarong – (17/08/20) di momen hari kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 792 Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong menerima remisi 17 Agustus. Adapun remisi yang diberikan terbagi menjadi dua kategori dimana kategori tersebut diantaranya adalah pidana umum sebanyak 336 orang dan pidana terkait PP 99 sebanyak 456.

Pidana PP 99 sendiri adalah pidana yang berkaitan dengan Narkotika, Korupsi, dan Terorisme. Dan tentunya para narapidana yang menerima remisi telah memenuhi seluruh syarat yang ditentukan. Selain dari pada syarat yang telah ditentukan, narapidana ini juga telah menjalankan pembinaan dengan baik.

Pemberian acara remisi ini adalah rangkaian dari kegiatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, sehingga kehidmatan dari perayaan kemerdekaan tetap ada. Kegiatan pembacaan remisi diselenggarakan di Lapangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong pukul 14.00 WITA, yang mengikuti pembacaan remisi secara nasional yang di pusatkan di Lapas Kelas IIA Mataram.

Lebih lanjut, dalam kegiatan pembacaan remisi ini juga memperhatikan adaptasi kegiatan normal baru dengan memperhatikan protocol covid-19, sebagai acuan agar menghindari penyebaran covid-19.

Pembacaan remisi kali ini dihadiri pula perwakilan bupati Kutai Kartanegara lewat asisten 1 nya A. Taufik H. Dan pejabat dari Lapas perempuan, LPKA, pejabat kejaksaan negeri kukar, polres kukar, dan wartawan.

Turut hadir para pejabat di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Tenggarong beserta seluruh pegawai maupun petugas pengamanan.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui online streaming ini dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Mataram. Dimana dirjen PAS Reynhard Sinaga memberikan sambutan.

Sambutan juga diberikan pula Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Yassona H Laoly melalui kantor kementerian hukum pusat. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kemerdekaan ini harus disyukuri, perwujudan dari rasa syukur khususnya insan pemasyarakatan adalah dapat memperlakukan WBP sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Melalui remisi diharapkan dapat menjadi bentuk kepedulian negara serta apresiasi bagi para warga binaan pemasyarakatan yang telah mengikuti pembinaan untuk menjadi manusia yang lebih baik” pungkasnya.

by Humas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong

#LapsTerBaik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here